Sunday, March 7, 2010
Tuesday, January 26, 2010
Tuesday, January 5, 2010
Sunday, February 25, 2007
Memotret Manado
Mendung masih saja menitikkan air hujan, ketika aku dan beberapa teman fotografer media cetak lokal dan rekan kerja sekantor tiba ditempat ini. Tubuhku agak menggigil diterpa angin, tapi sama sekali tidak mengurungkan niatku untuk bersama mereka mengabadikan sungai yang membelah kota ini. Seorang anak kecil terlihat sibuk dengan mata kailnya dan terus bersenandung harap mendapatkan seekor ikan diantara tumpukan sampah yang menutupi badan sungai. Lama aku tertegun, setelah kemudian mulai memaikan Nikon dalam genggamanku. Kini terpaan angin tidak lagi terasa, bahkan aku membiarkan tetes-tetes air menjamah tubuhku. Aku hanya berusaha terus melindungi kamera pinjaman yang kubawa. Motorik otakku terus memaksa untuk mengambil sebanyak-banyaknya gambar di sungai itu. Sampai akhirnya aku menemukan view yang menakjubkan kurang lebih 500 meter dari mulut sungai. Deretan bangunan kumuh membentuk perspektif berjejer di badan sungai yang keruh, beberapa perahu nelayan, beberapa boat wisata, sebuah boat patroli, tertambat diantara tumpukan sampah yang menutupi bagian sungai. Sungguh dramatis !! Semoga ini bukan sajian yang sengaja dibiarkan untuk menyambut Manado Kota Pariwisata Dunia 2010.
Mencermati Reklamasi
Subscribe to:
Posts (Atom)






































